Apa yang membuatku sedih saat ini adalah belum bisa membahagiakan orangtuaku. Sejak masih sendiri hingga kini aku sudah menikah aku belum bisa mebahagiakan mereka. Rasanya ingin memberikan sesuatu kepada mereka tapi aku belum bisa, untuk kebutuhan sendiri saja bisa dibilang cukup untuk saat ini saja. Dulu aku sempat berbikir, jika aku punya anak akan kutitipkan kepada Ibuku untuk menemaninya, paling tidak bisa menghibur hatinya. Tetapi kenyataan tidak seperti yang aku inginkan, aku seolah tak berdaya. Aku harus mengikut suamiku. Dan kakakku sudah terlalu berharap akan mengasuh anakku saat aku bekerja. Orang tua suamiku sudah tua dan tidak mau ditinggal sendiri di rumah. Sebenarnya ada kakak perempuan suamiku. Tapi entahlah...aku tidak tahu kenapa yang diberatkan untuk tinggal bersama adalah suamiku.
kau tidak pernah tau rasanya orang yg kau cintai dan mengatakan bahwa ia mencintaimu, tetapi dia ternyata juga mencintai sahabatmu, dan mereka saling cinta kenyataan pahit ini harus kuterima, hingga aku putuskan untuk mencintai orang lain sebagai pelarian dari sakit hati ini.. mencintai orang yang tidak pernah ada untukku..tidak mengapa aku tidak peduli bagaimana perasaannya padaku aku hanya ingin membuktikan bahwa aku tidak tergantung padanya untuk sekedar merasa dicintai da n berbahagia mungkin aku terlalu egois dan butuh cinta tapi bukan berarti kalian bisa memuaskan sebuah rahasia di balik persahabatan yg terasa sangat menyakitkan
Comments
Post a Comment